JURUSAN ETNOMUSIKOLOGI ISI SOLO

WE ARE BLENDING & FUSING, WITHOUT ANY BOUNDARIES

WORKSHOP MUSIK ELEKTRO DI ETNOMUSIKOLOGI ISI SOLO

Posted by etnomusikologisolo pada Maret 3, 2010

3 Februari 2010, pukul 15.00 WIB, di Lobby Gedung G, Jurusan Etnomusikologi ISI Solo.

Siang itu, workshop musik yang menghadirkan Kirdec (Belgia) dan Mindfuckingboy (Singapura) sebagai pemateri, cukup menarik perhatian para mahasiswa Etnomusikologi yang mengikutinya. Sampai berakhir workshop tersebut, sekitar 25 orang mahasiswa pun masih bertahan.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh HMJ Etnomusikologi yang bekerjasama dengan UKM Teater Jejak ISI Solo tersebut, merupakan satu rangkaian dengan pementasan bertajuk “Main-Main Musik” yang akan diselenggarakan pada malam harinya. Tepatnya, pada pukul 19.30 WIB, di gedung Teater Kecil ISI Solo, dengan menampilkan Kirdec, Mindfuckingboy, dan dua kelompok musik lokal, yakni  ‘Matius 3 Ayat 3′ dan ‘Lost Tempo squad Harmony‘ (keduanya asal Solo).

workshop.d.doc

Kirdec (Belgia) menyampaikan materi workshop

Pada waktu  sesi tanya-jawab, Kirdec menjelaskan bahwa keasyikan menekuni musik elektronik, terutama disebabkan oleh situasi kejenuhan terhadap musik-musik mainstream. Musik yang dicipta, tidak pernah mencoba bergantung pada tersedianya peralatan-peralatan seperti alat perekam maupun komputer yang canggih. Termasuk juga, kebergantungan terhadap kecanggihan software yang dipakai (musik tak harus mahal).  Musik dicipta dari elemen-elemen suara yang sumbernya bisa didapat dimana saja dan direkam dengan alat apa saja. Sampel suara pun bisa diciptakan dengan cara-cara yang sangat sederhana, melalui percobaan-percobaan pemanipulasian sumber suara itu sendiri. Hasil yang telah terekam, pun masih dapat dimanipulasi atau direkam  ulang dengan berbagai cara. Pada intinya, keasyikan sekaligus kenikmatan dalam mencipta musik, terletak pada proses penciptaannya dan bukan pada hasil akhir sebagai satu hal yang paling ditekankan. Hal yang sama dapat dipahami sebagaimana kita memaknai musik-musik eksperimental. Musik elektro tidak sekedar menekankan inovasi dengan bekal segala kecanggihan dibelakangnya. Tetapi, yang terpenting adalah bagaimana setiap suara yang kemudian dapat tersusun menjadi musik sebagai kesatuannya itu dihasilkan. Bagaimana cara-cara pembuatan dan pemanipulasian sumber bunyi, sampai pada bagaimana suara-suara tersebut diolah dan menjadi sebuah musik. Semua itu adalah hal yang paling penting dan memiliki tingkat kenikmatan yang jauh berbeda jika ‘harus’ dibandingkan dengan bagaimana memainkan atau mencipta musik seperti pada umumnya.

Penjelasan yang menarik tersebut dilengkapi dengan pemutaran beberapa contoh musik, yang salah satunya dibuat oleh sekelompok perempuan di Afganistan yang hanya menggunakan elemen suara utama yang dibuat dari efek distorsi yang didapatkan dari saat mencabut dan memasukkan jack mikrofon kedalam lubang line in maupun out.

Satu hal yang cukup menjadi kendala dalam workshop tersebut adalah tidak adanya translator. Pada kegiatan-kegiatan workshop yang diselenggarakan sebelumnya oleh HMJ etnomusikologi, biasanya disiapkan juga seorang translator yang sekaligus menjadi moderator atau pemandu acaranya. Kenyataannya, sebagian peserta workshop pun kurang dapat memahami dengan jelas setiap materi yang disampaikan.  Semoga kekurangan kecil tersebut justru mampu memperbesar semangat HMJ etnomusikologi untuk menjadi lebih baik. Sukses!

8 Tanggapan to “WORKSHOP MUSIK ELEKTRO DI ETNOMUSIKOLOGI ISI SOLO”

  1. Dherek langkung sedulur….salam kenal,,,,,salam waras…
    etnomusikologi menrupakan ilmu yang melebihi agamis….klu kita coba baca di tulisannya Prof Santosa……ada sekitar lima prinsip yang kiranya dapat untuk acuan saudara….terima kasih

  2. andantino(etno 08) said

    workshopnya keren tapi yang sangat disayangkan adalah tidak adanya translater dalam bahasa indonesia maklum saya bahasa inggrisnya tidak bisa. untuk kedepannya kalau ada workshop lagi yaa pakai translater mas,,,,,,,,,,,,,agar orang yang kurang paham bahasa inggris tahu maksud dan tujuan yang disampaikan oleh pemberi workshop salam budaya dan maju terus jueusan etnomusikologi ISI SOLO TUNJUKAN PRESTASIMU AKU NENG MBURIMU,,,,,,,,,,,,,!!!!!!!!!!!!

  3. andantino(etno 08) said

    AKu gag nudeng materine mas wong gag ada translaternya dalam bahasa indonesia wah jadi bingung aku,,,,,,,,,,,,,

  4. sindhu said

    sebelumnya minta maaf untuk yg tidak mudeng atau bingung…
    sebenarnya bahasa yg mereka pakai sangat sederhana untuk bahasa percakapan…sayapun menyediakan translater yaitu Roobin dari malaysia..kalau kalian ingat dia duduk disebelah kanan memakai ikat dikepalanya..tapi karena tidak ada atau tidak banyak yang nanya ya saya diamkan saja. saya juga bingung kalian memang tau atau ga jelas kok diam saja..hehehe
    sebaiknya belajar bahasa asingnya lebih giat hehehe.baik juga untuk kalian soalnya banyak buku etnomusikologi yang berbahasa asing…
    intinya salut untuk HMJ etnomusikologi

    sindhu

    • Ya salut untuk HMJ.
      Memang biasanya, si translator, langsung menterjemahkan setiap poin-poin kalimat yang disampaikan mentor pada saat memberi materi. Kalo kemaren, translatornya kan cuman diem dan gak langsung nerjemahin. Tpi gak apa-apa, setelah forum itu selesai, temen-temen masih bisa tukar info dengan yang bisa mengangkap (paham). Thx a lot, pak Sindhu.

  5. veronica maria sayektianita said

    wakakakaka……
    apa to artinya???
    hehehe….
    tapi salut bgt,,,bisa nambah wawasan…..cihuy…
    ajib dah pokoknya…

    salam Etno..:)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: